Menjual Buku Anak dan Balita Berkualitas

Anak Cinta Buku

Bukan berarti orangtua menjadikan anak sebagai kutu buku yang enggan bergaul dengan teman sebayanya. Bukan itu. Tetapi orangtua membuat anak menyukai kegiatan membaca. Dan sebaiknya dimulai sejak dini, ketika anak masih dalam kandungan.

Bukan berarti pula orangtua menyodorkan huruf untuk dihafalkan oleh anak di usia balita. Tidak. Itu adalah persoalan teknis yang insyaAllah bisa dipelajari belakangan. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana orangtua menyodorkan fakta pada anak, bahwa kegiatan membaca tak kalah asyiknya dengan bermain. Bahwa membaca adalah sebuah langkah besar menuju gerbang ilmu pengetahuan yang akan membawanya ke seluruh penjuru alam semesta.

Ada beberapa cara agar anak cinta buku menurut Kak Eka Wardana, penulis buku Smart Funrenting:
> Membacakan buku untuk anak. Diusahakan setiap hari agar kelak anak merasakan kebutuhan untuk membaca.
> Ajarkan anak menyukai buku sebelum mengajarinya membaca huruf
> Ajak anak berjalan-jalan ke toko buku. Tak harus membeli buku, melihat buku yang bagus di toko pun sudah menyenangkan.
> Ajak anak mengunjungi saudara atau teman yang memiliki buku, dan tanyakan apakah boleh meminjam beberapa buku. Kelak anak akan mudah berbagi buku dengan orang lain.
> Hargai setiap buku yang dipunyai anak.

Kemudian yang perlu diperhatikan ad adalah tahapan perkembangan anak yang masih berperilaku meniru atau mencontoh. Maka orangtua mestinya menjadi teladan bagi anaknya. Anak akan tidak mudah menyukai buku jika mereka tidak pernah melihat orangtuanya membaca.

Sebagai penutup, perlu saya tambahkan point yang tak kalah pentingnya. Orangtua mestinya mulai menyisihkan dana khusus untuk menyediakan home library bagi anak. Harus diakui bahwa harga buku tidak murah, apalagi buku untuk anak yang ber-hard cover. Tapi seharusnya harga yang mahal tidak mengurangi niat menyediakan buku berkualitas untuk anak mengingat manfaat yang tak terbatas bagi perkembangan otak anak.

_oleh: Hylan Khazanah, dari berbagai sumber_

Written by Khazanah on Saturday March 7, 2015
Permalink -

« Adab dalam Ilmu - Buku yang Tak Melulu Dibaca »