Menjual Buku Anak dan Balita Berkualitas

Kisah Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar 2 tahun lebih muda dari Rasulullah, sejak muda ia sudah bersahabat akrab dengan Rasulullah. Keduanya bertetangga di daerah pemukiman pedagang dan memiliki perangai yang hampir sama. Keduanya juga sama-sama tidak menyukai adat-adat jahiliyah Quraisy.

Persahabatan, kesamaan bidang usaha dalam berdagang, umur yang tidak terpaut jauh, faktor tetangga, bersifat mulia dan sama-sama membenci berhala, membuat Abu Bakar cepat sekali menerima ajakan berislam dari Rasulullah SAW.

Terkesan pada penerimaan Abu Bakar, Rasulullah pun bersabda, " Tak seorangpun yang pernah kuajak memeluk Islam yang tidak tersendat-sendat atau begitu berhati-hati dan ragu, kecuali Abu Bakar bin Abi Quhafah. Ia tidak menunggu-nunggu dan tidak ragu ketika kusampaikan kepadanya."

Karena Abu Bakar adalah tokoh yang berpengaruh, ia pun berhasil mengajak Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Sa'ad bin Abi Waqqash dan Zubair bin Awwan ke dlm barisan pertama pemeluk Islam.

Harta Abu Bakar sebelum memeluk Islam berjumlah 40.000 dirham. Namun 10 tahun kemudian,  hartanya tinggal 5.000 dirham. Hartanya banyak digunakan untuk memerdekakan kaum muslimin.

Abu Bakar banyak menemani Rasulullah, saat hijrah, pelarian hijrah ke Madinah dan bersembunyi di gua Tsur, dalam perang Badar dan Uhud.

Disaat Rasulullah wafat, Abu Bakar juga yang tampil menjelaskan ke orang banyak dan berkata, "Saudara-saudaraku, barang siapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal. Tetapi barang siapa menyembah Allah, Allah hidup selalu, tak pernah mati."

Kemudian Abu Bakar membaca Firman Allah SWT dalam surat Ali Imran : 144, "Muhammad hanyalah seorang Rasul, sebelumnya pun telah berlalu rasul-rasul. Apabila dia mati atau terbunuh, kamu akan berbalik ke belakang? Barang siapa berbalik, sama sekali tak akan merugikan Allah, tetapi Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang bersyukur."

Pidato Abu Bakar ini menyebabkan orang-orangpun tersadar dari kebingungan mereka akibat sebelumnya mendengar pidato Umar bin khattab, yang menyebutkan Rasulullah tidak wafat, beliau hanya pergi menghadap Allah dan kembali lagi.

Disinilah Abu bakar tampil dan bisa bersikap tenang. Padahal sebenarnya Abu Bakar adalah orang yang paling berduka atas wafatnya Rasulullah, sebab Abu Bakarlah yang menjadi teman dekat dan pilihan Nabi. Mengapa Abu Bakar bisa setenang itu? Sebab ia punya dua kelebihan yaitu kekuatan jiwa menghadapi kenyataan dan kemampuan memandang jauh ke hari depan.

(Ditulis ulang oleh Hylan Khazanah, dari Kisah Para Sahabat Nabi)

Written by Khazanah on Saturday March 7, 2015
Permalink -

« Buku yang Tak Melulu Dibaca - Memisahkan Air dengan Minyak »