Menjual Buku Anak dan Balita Berkualitas

Membuat Anak Cinta Baca Buku

“Bun, anakku ga suka baca,” kata ibu A.

“Mba, mau dong sharing biar anakku suka baca buku,” ujar ibu B.

“Mbaaa … bukuku banyak sih di rumah, tapi disobekin nih sama anakku. Emang sih usianya baru 2 tahun, tapi kok liat anak lain anteng yak? Sharing dooong,” papar ibu C.

Beberapa hal senada sering dilontarkan oleh para ibu hebat yang ingin buah hatinya cinta baca buku. Sepertinya susah ya, memupuk minat baca anak. Eits, wait, ga juga lhoo … ada beberapa langkah yang bisa bunda lakukan. Yang paling utama, NIAT. Hehehe … sengaja pakai huruf kapital, supaya jelas dan mudah dipahami. Yup, mulailah dari sekarang. Perbaiki niat, apakah ingin anak bisa membaca atau cinta baca buku? Dua hal yang nyaris sama pengucapannya tetapi sangat jauh berbeda artinya. Perbedaannya bahkan bisa saja mempengaruhi masa depan anak-anak.

Apa sih beda anak belajar baca dengan belajar cinta baca?

Belajar baca artinya anak belajar membaca huruf-huruf. Saat ini banyak metode yang kekinian. Dari yang memakai kartu-kartu, gambar-gambar, suku kata dll. Intinya bagaimana supaya anak bisa mengeja, membeca teks yang tertulis.

Belajar cinta baca buku artinya anak belajar mencintai ilmu melalui buku.

Menstimulasi anak agar cinta baca buku bisa dimulai sejak anak usia 0 tahun. Whats? 0 tahun? Gila kali. Tidak, sama sekali tidak gila. Seringkali bayi yang rewel, dinyanyikan lagu-lagu lembut oleh bundanya. Dan bayipun terdiam mendengar suara lembut sang ibunda. Pernah dengar istilah story telling? Istilah yang populer adalah mendongeng. Di Indonesia, jamak terjadi mendongengkan anak-anak ketika mereka sudah di atas 2 tahun. Padahal jika saja dilakukan mulai anak usia 0 tahun, hasilnya bisa lebih efektif.

Story telling adalah salah satu cara untuk membuat anak cinta baca buku. Mengenalkan pada anak tentang ilmu melalui cerita. Cara lainnya adalah read aloud, membacakan buku untuk disimak anak. Jika bunda sering kehabisan kata ketika ber story telling, metode read aloud bisa digunakan. Dengan adanya teks dalam buku, kecil kemungkinan ayah bunda hilang alur dalam bercerita. Kelebihan yang paling terlihat dari read aloud adalah anak melihat ayah bunda memegang buku. Berdasarkan buku itulah kecintaan akan ilmu dipupuk.

Menghadirkan sarana baca juga menjadi wajib jika orangtua ingin anak-anak cinta baca buku. Saat ini banyak buku-buku yang bisa dikoleksi untuk home library. Majalah, buku dll. Bingung mau memulai koleksi buku? Bertanyalah (sharing) pada ahlinya, Book Advisor. Book Advisor biasanya akan memberikan pandangan pada ayah bunda tentang berbagai macam buku dan membantu merekomendasikan buku yang cocok untuk anak sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Terakhir, yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan teladan bagi anak. Teladan yang mencintai kegiatan membaca buku. Ya, orangtua juga mestinya memberi contoh pada anak bahwa mereka cinta baca buku. Sesibuk apapun, luangkan waktu untuk membaca. Biarkan anak melihat orantuanya membaca buku.

Selamat mencoba,

Salam cinta baca buku

Written by Hylan Khazanah on Tuesday December 15, 2015
Permalink -

« Proses Anak-anak Membaca - Family Entertraining Muhammad Teladanku (FEMT) »