Menjual Buku Anak dan Balita Berkualitas

ORANGTUA SEBAGAI PENDIDIK

"Secara umum, guru terbaik atau pengasuh tidak dapat menyamai orangtua bahkan orangtua dengan pendidikan dan pengalaman yang biasa-biasa saja," tulis Dr. Raymond Moore dalam bukunya Better Late than Early.

orang tua pendidikDari dahulu, fakta-fakta menunjukkan dengan konkrit tentang peran orangtua sebagai pendidik nomor satu bagi anak-anaknya. Pendidikan yang dimaksud disini bukan hanya tentang membaca, menulis dan berhitung. Melainkan tentang pengasuhan (parenting). Dari masa kehamilan, orangtua dengan penuh cinta menjaga agar kandungannya tercukupi gizi dan dalam keadaan baik-baik. Ketika terlahir, dengan penuh hati-hati orangtua saling bekerja sama bahu membahu merawat bayi. Dengan penuh cinta dan kesabaran orangtua melatih balitanya mandiri.

Kekuatan cinta orangtua mestinya mampu mengantarkan anak pada penemuan jati dirinya yang nantinya berujung pada sebuah kemapanan berpikir (kemandirian dalam pengambilan keputusan). Tapi lagi-lagi fakta berbicara bahwa peran orangtua saja tidak cukup untuk menumbuhkembangkan segala potensi anak. Mengapa?

Sistem sosial telah mengerdilkan potensi orangtua. Yang jamak dilakukan orangtua saat ini adalah mencari uang sebanyak-banyaknya untuk membiayai kebutuhan tumbuh kembang anak-anaknya. Bersekolah tak hanya menjadi wajib, tapi menjadi tumpuan dan harapan orangtua untuk mendidik anak-anaknya. Dan tentunya intensitas komunikasi antara orangtua dan anak berkurang.

Lantas, apa arti orangtua dimata anak-anak? Tidak lebih sebagai pengawas. Maka jangan heran jika 10 atau 20 th ke depan, usaha jasa panti jompo swasta akan seramai toko handphone. Prediksi mengerikan yang semoga saja tidak terjadi.

Menjadi smart parent bukanlah hal yang susah. Cinta yang orangtua miliki sudah cukup besar untuk memberdayakan kemampuan diri mengasuh anak-anak. Yang paling dibutuhkan anak-anak adalah cinta, bahwa orangtua menerima apapun kondisi anak-anak. Mudah bukan, tersenyum memeluk tubuh mungil itu ketika pulang bermain seraya menangis setelah berkonflik dengan kawannya. Mudah bukan, membalut luka di lututnya, setelah ia memastikan dirinya mampu memanjat pohon jambu. Alih-alih mengomeli anak-anak tentang ketidakpatuhan mereka pada perintah orangtua, tersenyum dan bercerita tentang kehati-hatian lebih mengena dalam ingatan anak-anak. Siapa lagi yang mampu melakukan hal-hal sederhana namun menjadi basic bagi kemandirian jiwa-jiwa kecil ini selain orangtua? Pengasuh dan guru terbaik, jelas tidak bisa. Pengasuh terbaik akan memastikan anak asuhnya menggunakan pakaian yang layak dan makan makanan bergizi. Guru terbaik akan memastikan anak didiknya memahami ilmu-ilmu yang mereka berikan. Sementara orangtua, seharusnya memegang kunci akhlak dan budi pekerti yang akan digunakan anak-anak sepanjang hayatnya.

Written by Khazanah on Sunday August 23, 2015
Permalink -

« Bisa Kasih Caca Maem - Ada HAFIZAH yang temani aku »