Menjual Buku Anak dan Balita Berkualitas

Proses Anak-anak Membaca

Apa arti membaca bagi anda? Mengenali abjad, menterjemahkan abjad menjadi serangkaian kata-kata dan menganalisanya untuk sebuah pemahaman. Itukah?

Menurut KBBI, membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya di hati).

Bagi seseorang yang sudah dewasa, proses itu sederhana sekali kelihatannya. Melihat, memahami, menganalisa lalu menyimpannya dalam ingatan.

Lantas, jika anak-anak yang membaca, apakah sesederhana itu juga?

Setidaknya ada 5 proses yang terjadi ketika anak-anak membaca:

1. Attention span, memperpanjang perhatian anak.

Banyak orangtua mengeluh anak-anak mereka cepat bosan. Habis bermain ini, belum ada 5 menit, sudah beralih ke mainan lain. Kemarin ngotot minta dibelikan robot hingga menangis meraung-raung, eh, hari ini si robot tergeletak di pojok kamar tidak disentuh. Yup, bunda Elly Risman pernah mengatakan bahwa rentang perhatian (fokus) anak adalah 1 menit kali usianya. Artinya kalau anak usianya berusia 2 tahun, maka kemampuan standarnya untuk fokus pada satu hal adalah sebanyak 2 menit. Nah, proses membaca bisa menjadi salah satu stimulasi yang bisa orangtua terapkan pada anak untuk menambah kemampuan anak untuk fokus.

2. Listening, mendengarkan dengan baik.

Awalnya tentu orangtua membacakan buku kepada anak-anak. Apalagi jika anak memang belum bisa membaca. Salah satu proses yang terjadi ketika membacakan buku pada anak-anak, istilah kerennya read aloud, adalah listening. Anak-anak dilatih untuk mempertajam indera pendengarannya. Membedakan bunyi-bunyi yang dihasilkan dari berbagai ucapan dan intonasi orangtua. Pada akhirnya anak-anak akan meniru dan melatih kemampuannya dalam menyimak (merekam pesan).

3. Curious, memancing anak agar selalu ingin tahu.

Buku dengan berbagai macam isinya, diharapkan bisa memancing anak-anak untuk banyak bertanya. Melihat gambar pesawat, apa ini yah? Mendengar kata “rakus”, apa artinya bun? Woow … hebat! ayah katak berbisa dari Amerika Selatan bawa telur anaknya di punggung!* kok bisa begitu yah? Dll. Satu informasi bersambut dengan pertanyaan demi pertanyaan yang seolah tiada habis. Hanya dengan membaca, anak-anak diajari untuk mulai kritis bertanya. Orangtua tentu ingin anak-anaknya pandai, nah, salah satu indikasi anak pandai adalah anak yang selalu bertanya.

4. Imaginative, membayangkan tentang hal yang dibaca.

Inilah keunggualn yang tidak tergantikan oleh media canggih lain, semacam televisi dan sejenisnya. Berimajinasi. Imajinasi yang ada dalam benak anak-anak adalah modal anak-anak untuk berkreatifitas. Tulisan ini saya ketik di notebook. Notebook adalah hasil dari imajinasi orang-orang hebat yang dulunya mengalami masa kanak-kanak yang penuh dengan imajinasi.

5. Kinesthetic, anak-anak menyentuh buku yang dibaca.

Motorik halus anak-anak terstimulasi dengan menyentuh buku-buku. Buku-buku khusus balita biasanya disertai dengan item yang mebutuhkan sentuhan seperti halaman buka tutup dan atau geser tarik. Juga buku yang berstektur timbul tenggelam. Proses membalik buku pun merupakan alat stimulasi motorik halus. Semakin banyak buku yang dibaca, anak-anak akan semakin menghargai buku. Bisa terlihat dari lecek atau tidaknya sebuah buku. Beda ya, buku yang lecek karena sering dibaca dengan buku yang lecek karena anak tidak mampu membalik halaman buku dengan baik.

5 proses panjang yang dialami anak-anak ketika membaca buku. Kelima hal di atas akan terjadi jika ayah bunda mendukung kegiatan anak-anak dalam membaca buku. Pilihan ayah dan bundalah sekarang yang menentukan, apakah anak-anak akan dibekali buku, gadget atau bahkan akses nonton televisi yang tak terbatas.

Denpasar, 12 Desember 2015

Hylan Khazanah

dari berbagai sumber

*diambil dari Ensiklopedi Bocah Muslim

Written by Hylan Khazanah on Monday December 14, 2015
Permalink -

« Ga ada belalang - Membuat Anak Cinta Baca Buku »