Menjual Buku Anak dan Balita Berkualitas

Seberapa Pentingnya Sebuah Perpustakaan Keluarga?

Menurut KBBI, perpustakaan adalah

  1. Tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsbnya.
  2. Koleksi buku, majalah dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari dan dibicarakan.

Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perpustakaan keluarga adalah tempat yang disediakan khusus di rumah untuk menyimpan buku-buku dengan tujuan untuk dipelajari dan diambil manfaatnya dalam keluarga.

Kita tahu persis dan rasanya tidak perlu diperdebatkan, bahwa keluarga adalah tempat seseorang menggali ilmu pertama kalinya sekaligus sepanjang hidupnya. Maka fasilitas menuntut ilmu mestinya jadi prioritas dalam keluarga. Lupakan sekolah, karena meskipun bersistem fullday, sekolah memiliki keterbatasan jam terbang informasi (kurikulum). Lupakan bangku kuliah, karena jelas sebelum duduk disana, seseorang harus melewati proses panjang yang memakan waktu puluhan tahun.

Sekolah bukanlah pendidik utama dalam kegiatan menuntut ilmu. Sekolah hanya memfasilitasi siswa-siswanya. Keluargalah yang berperan dalam momentum awal seseorang menyukai ilmu. Seseorang yang haus akan ilmu, akan memanfaatkan waktunya di sekolah (bila ia sekolah) untuk mempraktekkan pengetahuan (bisa disebut magang dan eksperimen). Sementara seseorang yang tidak memiliki keinginan untuk mendalami ilmu, akan memanfaatkan sekolah untuk mencari ilmu, sedangkan sekolah memiliki kemampuan yang terbatas untuk transfer segala ilmu.

Ups … jadi melantur yak bahasannya. Intinya, setelah seseorang memahami bahwa keluarga adalah pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan, ia akan lebih memprioritaskan kebutuhan pengadaan perpustakaan keluarga. Ini menjawab judul tulisan ini, seberapa pentingnya sebuah perpustakaan keluarga?

Perpustakaan keluarga, atau lebih sering disebut home library sudah mulai diadopsi oleh banyak keluarga di Indonesia. Komunitas-komunitas pecinta buku menjadi gawang gerakan pengadaan home library. Gerakan yang kemudian melahirkan gerakan-gerakan lain seperti gerakan no televisi, gerakan no gadget for balita, gerakan cinta baca buku dll.

Well, sekarang, pilihan andalah yang akan menentukan, dibawa kemana generasi anak-anak anda? Menjadi bagian dari sejarah dalam sebuah gerakan untuk membentuk generasi yang cerdas cendikia atau dalam sebuah gerakan liberal yang mementingkan kebudayaan kaum borjuis? Seberapa pentingnya sebuah perpustakaan keluarga? Hanya anda yang bisa memutuskan level penting atau tidaknya.

Hylan Khazanah
Denpasar, 26 Desember 2015
Written by Hylan Khazanah on Sunday December 27, 2015
Permalink -

« Family Entertraining Muhammad Teladanku (FEMT) - Fungsi Book Advisor »