Menjual Buku Anak dan Balita Berkualitas

Testimoni komik Palestina

Malam itu, setelah anak-anak akhirnya tertidur, saya menelusuri jajaran buku di rak. Mengambil semua buku yang berhubungan dengan konflik Israel dan Palestina. Mulai dari "Perang Salib" nya Karen Amstrong sampai "Di Balik Merdekanya Israel" nya Philip C. Dan tentunya Al Quran juga. Banyak bahasan tentang Israel di dalam Al Quran, dan Al Quran adalah petunjuk yang nyata yang tidak diragukan lagi kebenarannya.

Lalu saya mulai membuka kembali buku-buku itu, mencatat beberapa fakta penting.

Semua ini gara-gara komik Palestina nya Fatharani Yasmin, komikus remaja yang baru saja menerbitkan trilogi komik. Komik yang ditujukan untuk remaja ini, nekad saya berikan pada duo krucil, Haidar 11 th dan Dhiya 9 th. Sebab setelah saya membaca komik ini, sungguh, air mata saya berderai. Ada amarah terhadap Israel, ada kesedihan atas anak-anak Palestina, ada rasa ingin turut berjihat ke Palestina, ada rasa jengkel mengingat diri yang ternyata kurang bersyukur, ada rasa bangga melihat anak Indonesia peduli Palestina. Dan segudang rasa lainnya yang sulit diterjemahkan.

Haidar dan Dhiya pun meneteskan air mata, meski tidak seheboh saya. :D Selanjutnya, kami mendiskusikan isi komik. Yup, pada akhirnya mereka berkata, "kenapa gak pergi aja bu, orang Palestina lebih baik keluar, hijrah ke negeri yang lain. Seperti Rosul yang hijrah dari Mekah ke Madinah."

So, sayapun mesti menceritakan sejarah Israel dengan bahasa yang mereka pahami. Bermula dari mengingatkan mereka tentang kisah nabi Yusuf. Bagaimana kakak-kakaknya iri kepada Yusuf, adalah awal mula kesombongan bangsa Israel.

Satu kisah yang berlanjut dengan kisah lain. Sebagai seorang ibu, saya merasa tertantang untuk membuat anak-anak paham tentang konflik Israel-Palestina. Belajar bisa dari mana saja, dan kali ini, yang luar biasa adalah, kami menemukan banyak materi dalam trilogi komik Palestina. Bahkan, diskusi kecil saya dengan anak-anak masih berlanjut di hari-hari berikutnya.

Komik Palestina bukan sekedar komik biasa. Ada pelajaran empati yang saya rasa relevan dengan kondisi tumbuh kembang anak-anak Indonesia yang semakin cuek dengan sekitarnya. Bagi saya, memberikan komik Palestina pada anak-anak adalah hal yang memang seharusnya.

_ Ulan, ibu tiga anak _

Written by Khazanah on Friday April 17, 2015
Permalink -

« KISAH PARA SAHABAT, mengenalkan anak pada tokoh yang nyata. - Asmaul Husna »